Warta Pesan SAAT

Artikel : Luka Batin

Posted on: April 27, 2009

LUKA BATHIN I


Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan luka bathin itu?

Lalu teman-teman kita dari gereja tetangga mengkhotbahkan tentang luka bathin, kutukan masa lalu (dari orang tua), kutukan dari orang lain. Luka bathin itu dapat terjadi karena kekerasan, perlakuan kejam, pelecehan seksuil, siksaan termasuk tanpa perbuatan, diterlantarkan pada masa lalu bahasa kerennya abuse.


Dalam keluarga maupun dalam kehidupan sehari-hari kejadian abuse sering terjadi dari ayah terhadap anak-anaknya, suami terhadap isteri, atau sebaliknya, bias juga dari kakak terhadap adiknya. Dengan kata lain menjadi orang yang lebih tua namun tidak menjadi teladan. Abuse adalah yang telah menjadi penyebab dari ketidak tenangan bathin seseorang.

Kejadian Mei 98 yang lalu telah terjadi abuse yang besar dalam kehidupan masyarakat tertentu, orang-orang dursila (pemerkosa, perampok) telah merusak kehormatan, harkat hidup orang. Sehingga banyak orang setelah kejadian tersebut mengungsi keluar negeri, khususnya yang memiliki anak gadis.

Saat ini suatu gejala secara umum berjangkit dalam gereja-gereja sehingga banyak hamba Tuhan yang mengkhotbahkan masalah abuse tersebut. Jemaat yang suka jajan (mendengar kotbah) di gereja tetangga sering datang bertanya, benarkah masih ada kutukan, luka bathin yang belum diselesaiakan?

Benarkah jika luka bathin dibiarkan terpendam lama-lama dalam lubuk hati akan menjadi sesuatu yang berbahaya ? Benarkah luka bathin akan menjadi endapan emosi yang dapat meledak sewaktu-waktu atau menjadi sesuatu yang sangat mengganggu kehidupan kita? Ibarat luka ditangan yang dibiarkan menganga akan bernanah dan kemudian menjadi serius luka tersebut. Salah-salah tangan tersebut dapat diamputasi.

Dengan dipakainya banyak istilah-istilah yang bagi kaum awam merupakan kata-kata yang cukup menyeramkam, serta pemakaian yang berbeda maksud ini secara tidak sadar telah memimbulkan ketakutan dan pertanyaan-pertanyaan dalam hati jemaat.

Mengapa gereja saya koq tidak mengajarkan ajaran yang demikian penting? Apakah benar dalam diri saya ada banyak luka bathin akibat orang tua, dan dari orang dursila ? Sebagai orang percaya yang telah sekian tahun beribadah tiba-tiba merasa aneh dengan ajaran gerejanya sendiri, tiba-tiba meragukan ajaran doktrinal para hamba Tuhan, mengapa terdapat banyak perbedaan ajaran dengan gereja tetangga?

Yang banyak menerima luka bathin (abuse) sebenarnya bukan jemaat tetapi para hamba Tuhan di Gereja. Hampir tiap minggu abuse itu datang secara halus maupun kasar. Apakah para Hama Tuhan ini terluka bathinnya?

Bagi yang memiliki pengertian penebusan Kristus secara benar maka persoalan luka bathin itu bukanlah persoalan yang besar atau urusan kecil, sebab sudah mengerti dan sudah menyelesaikan semua persoalan kutukan, luka bathin maupun karena dosa bersama Tuhan Yesus diatas kayu salib.

Dalam Gal.3:9-14, Kristus sudah menerima dan menyelesaikan semua kutukan, dosa umat manusia ketika berada di atas salib. Karena itu Paulus dapat berkata: (dalam II Kor 5:17) “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Penulis Ibrani 9:13,14 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Apakah penebusan Kristus Yesus diatas kayu salib tidak sempurna? Apakah kematian Kristus belum menyelesaikan masalah kutukan, luka bathin, abuse yang membawa dan menyebabkan rasa dendam. Kekerasan yang berasal dari orang tua yaitu ayah atau orang dursila, benar menimbulkan sakit hati, luka bathin, tetapi sebagai orang Kristiani yang mengerti pengampunan dosa dari Kristus, bukankah juga saya harus memberikan pemaafan pada mereka? Sebagaimana Tuhan mengajarkan pengampunan pada kita,maka kita juga punya kewajiban harus memberikan pengampunan. Matius 6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Kolose 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Jika hidup masih dibebani demikian banyak luka bathin,abuse bagaimanakah kita dapat melanjutkan perjalanan pelayanan dan hidup yang masih panjang ini? Ampunilah maka kamu akan diampuni juga.

Pdt. Yusman Liong.

Luka bathin II

Seorang teman belum selesai kuliah sudah ingin pulang sebab mengejar bus antar kota dan antar propinsi. Rupanya dia sudah pesan bakso Salmud dibungkus plastik ditaruh dimeja, yah tau sendirilah wanginya bakso Pak Salmud.

Rupanya wangi bakso juga telah menarik hidung si kucing garong putih cokelat terang untuk menggarongnya. Begitu teman kita turun dari kelas dan bertanya soal baksonya dengan yang berada dimeja reseption, lalu ditunjuk ke meja dalam, eh..bungkusan bakso telah sobek dan kuahnya membasahi lantai, mau bilang sialan nggak berani, hati rasanya mau marah tapi apa artinya marah sama kucing garong yang sedang makan bakso? . Padahal dari siang sudah bayangin nanti malam dalam perjalanan pulang dapat makan bakso Salmud. Dan bakso itu tetap menjadi bayangan yang tidak dapat dinikmati. Rasa jengkel pada kucing garong itu belum hilang, apakah bisa menjadi suatu luka bathin? Tentu saja bisa, apakah bisa menjadi trauma mendalam? Ya so pastilah! Wah apakah analisa ini tidak terlalu macam-macam saja?

Dalam bathin pasti ada goresan yang membekas-luka, yang memberi arti. Arti yang lebih dalam, kalau lain kali beli bakso pasti teringat dengan peristiwa si kucing garong, maka dengan sendirinya dalam bertindak menjadi harus lebih hati-hati sebab tidak ingin lagi untuk kedua kalinya digarong. Bagaimana jika kebetulan bertemu dengan kucing? Bisa marah, juga bisa berkata bukan kucing ini yang garong baksoku.

Tapi teman, ini bukan luka bathin yg serius koq, gak perlu diadakan rekonsiliasi dan bimbingan oleh konselor.

Jika ini yang sering terjadi dalam kehidupan nyata kita, yaitu, kejadian-kejadian yang terulang-ulang akan sangat berdampak dalam kehidupan dan pelayanan kita, kelihatan masalahnya sepele, masalah kecil tapi terulang beberapa kali. Nah ini yang akan menjadi trauma, luka bathin.

Firman Tuhan berkata: “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama sepertiTuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” Kolose 3:13.

Pdt. Yusman Liong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • seniwati: TETAP SEMANGAT ......
  • seniwati: SELAMAT YA PAK... KASIH DAN HIKMAT TUHAN MENYERTAI SENANTIASA SORI BARU TAHU... NIH...
  • yayah Ishak: puji Tuhan sekarang saya dapat informasi almamater dan seputar melalui milis ini. thanks
%d blogger menyukai ini: